Pelatih kepala Bali United Si Stefano Cugurra akhirnya
angkat bicara.
Pelatih bernama Teco itu menyayangkan pemindahan
pertandingan dari Stadion Kapten I Wayan Dipta. Di antaranya adalah pendukung
Serdadu Tridatu yang tidak akan menghadiri pertandingan tersebut.
“Kasihan suporter Bali United. Mereka ingin menyaksikan
siaran langsung di Stadion Dipta namun akhirnya tidak bisa hadir.” Stadion. ).
Di luar itu, masalahnya Bali United dirugikan dan Maung
Bandung lah yang diuntungkan dari situasi pelik ini. Turco menjelaskan, pihaknya
harus bekerja lebih keras untuk bisa menang.
Pasalnya, leg kedua akan lebih seru karena laga pada 18 Mei
di Stadion Si Jalak Harupat akan disaksikan suporter Persib Bandung. “Mereka
pasti mendapat keuntungan. Kami harus bekerja lebih keras sekarang untuk lolos
ke final,” ujarnya.
Tetap Semangat
Mencapai final Belt and Road League A 2023/2024 merupakan
cita-cita pribadi pelatih berpaspor Brasil tersebut. Dalam situasi sulit
tersebut, Teko tetap yakin Ilya Spasojevich dkk masih bisa meraih kemenangan
melawan Pesib.
“Meski situasi sulit, kami di Bali United pasti akan tetap
semangat. Bahkan, jelas lebih baik jika ada suporter di pertandingan. Tapi
sayang, di pelataran Bali United tidak ada suporter dan kami harus mengikuti
yang berlaku. peraturan,” tambahnya.
Motivasi
Teco tetap memiliki
kepercayaan diri, meskipun tampilannya tidak bagus. Persija termotivasi sebagai
mantan arsitek Jakarta dan para pemainnya tidak terlalu khawatir
dengan pemindahan lapangan pertandingan ke Bali United Training Centre.
Ia menyimpulkan:
"Kami pasti masih termotivasi. Kami
punya banyak pengalaman di kejuaraan Indonesia." Sebelumnya, PT LIB
sempat berpindah lokasi pertandingan karena Stadion Dipta digunakan untuk Piala
Wanita Asia U-17 hingga 19 Mei.
Manajemen Bali United
pun menghubungi Yabes Tanuri dan meminta izin penggunaan Stadion Dipta saat pertandingan Persib. Namun AFC tidak mengizinkan Bali United. Hal ini
pun sontak menimbulkan reaksi beragam di kalangan suporter Bali United.
