Sebagaimana tercatat
dalam buku Kumpulan Lagu Wajib Nasional, Tradisional, & Anak Populer (2017) oleh Hani
Widiatmoko, Dicky Maulana, lagu "Gugur Bunga" ditulis untuk
menghargai para pahlawan yang gugur pada Revolusi Nasional Indonesia.
Lagu itu berkisah tentang meninggalnya seorang pahlawan. Sejak saat itu, lagu
"Gugur Bunga" selalu dinyanyikan ketika ada yang gugur dalam
perjuangan, bahkan saat pemakaman tokoh-tokoh nasional, salah satunya
mengiringi kepergian Presiden BJ Habibie yang meninggal pada 11
September 2019 lalu.
Lirik Lagu “Gugur Bunga di Taman Bakti”
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti
Cipt. Alm. Ismail Marzuki
source video : https://www.youtube.com/watch?v=Qc0rxeRs85U&pbjreload=101
